Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Rapat 7,5 Jam Antara Menteri ESDM dan DPR, Ini Hasilnya

Written By empatlima on Kamis, 05 Februari 2015 | 00.43

Jakarta -Rapat maraton selama 7,5 Jam, antara Komisi VII DPR RI bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menghasilkan sejumlah kesepatan berkaitan dengan program kerja pemerintah di sektor energi.

Pimpinan Rapat, Ketua Komisi VII DPR RI Kardaya Warnika menjelaskan, putusan ini selanjutnya akan dibawa ke dalam Rapat Badan Anggaran sebelum akhirnya disahkan‎ dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2015.

Keputusan-keputusan yang berhasil dihasilkan dalam rapat yang dimulai Pukul 15.00 WIB hingga 22.30 WIB, Rabu (4/2/2015) tersebut terangkum dalam kesimpulan rapat antara lain:

1. Komisi VII menyetujui asumsi dasar sektor energi dan sumber daya mineral RAPBN-P Tahun anggaran 2015 dengan rincian seperti:

  • ICP US$ 60/Barel

  • Lifting migas 2.046.000 BOEPD, mencakup minyak bumi 825.000 BOEPD dan gas bumi 1.221.000 BOEPD

  • Volume BBM dan elpiji bersubsidi, volume BBM bersubsidi 17,90 juta KL, dengan minyak tanah 0,85 juta KL, minyak solar termasuk biodiesel 10% (B10) sebesar 17,05 juta KL, sedangkan untuk elpiji 3 kg 5,776 juta KL.


2. Komisi VII menyepakati subsidi listrik sebesar Rp 66,15 triliun.

3. Komisi VII meminta Menteri ESDM untuk melakukan penetapan harga BBM bersubsidi dilakukan setiap satu bulan sekali.

4. Komisi VII sepakat dengan Menteri ESDM apabila pemerintah akan menambah kuota BBM bersubsidi untuk sektor tertentu seperti nelayan, pertanian, dan sebagainya, maka harus mendapatkan persetujuan Komisi VII DPR RI.

5. Komisi VII meminta Menteri ESDM untuk menurunkan harga minyak solar bersubsidi, yang perhitungan dan pelaksanaannya diserahkan kepada pemerintah sesuai dengan peraturan yang berlaku.


(dna/hen)

Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

00.43 | 0 komentar | Read More

Ini Penjelasan Bareskrim Soal Keberatan Pengacara BW Saat Pemeriksaan di Mabes




Kamis, 05/02/2015 00:19 WIB









Jakarta - Pengacara Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto sempat protes dengan larangan pendampingan Bambang saat diperiksa di Bareskrim Mabes Polri pada Selasa (3/2). Bareskrim Mabes Polri menegaskan pembatasan jumlah pengacara yang mendampingi Bambang memang harus dilakukan.

"Tidak mungkin semua pengacara masuk karena ada 20 orang. Tidak wajib juga 20 orang masuk semua, selain karena ruangan juga terbatas dengan pemeriksaan kasus lain di situ," kata Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) VI Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Kombes (Pol) Daniel Bolly Tifaona memberi penjelasan, Rabu (4/2/2015) malam.

Daniel Bolly menjelaskan dirinya tidak mengetahui insiden bersitegangnya petugas dengan tim pengacara kala Bambang hendak diperiksa. Bambang saat itu diperiksa di ruangan 315 lantai 3 Bareskrim Polri. (Baca: Begini Keberatan Pengacara BW Terkait Insiden Pengusiran dari Ruang Pemeriksaan)

"Tahu-tahu sudah ribut karena larangan masuk. Tapi bukan begitu maksudnya, kita mengizinkan pengacara mendampingi tapi tidak semuanya," imbuhnya.

Mengenai 2 Provos di ruang pemeriksaan, Daniel Bolly menyebut kedua petugas diperintahkan menjaga pintu agar tidak semua pengacara masuk ke dalam ruang pemeriksaan. "Masa masuk semua?" lanjut dia.

Bambang ditetapkan sebagai tersangka karena diduga mengarahkan sejumlah saksi untuk memberikan keterangan palsu terkait dalam persidangan sengketa Pilkada Kotawaringin Barat yang digelar di MK. Dia dikenakan dengan Pasal 242 juncto pasal 55 KUHP.

Kasus dugaan yang menjerat BW ini dilaporkan oleh politikus PDIP Sugianto Sabran. Sudah dua kali Bambang diperiksa penyidik Bareskrim.


(fdn/kha)










00.35 | 0 komentar | Read More

Walker Yakin Tottenham Masuk Empat Besar



LONDON, KOMPAS.com - Bek Tottenham Hotspur, Kyle Walker, percaya diri bila timnya akan menempati urutan empat besar musim ini di Premier League. Menurut Walker, kualitas Tottenham musim ini menjadi jaminan mampu bersaing dalam perebutan tiket ke Liga Champions, musim depan.

Spurs baru saja menelan kekalahan menyakitkan 0-3 dari West Ham United, di Stadion White Hart Lane, Minggu (6/10/2013). Kekalahan tersebut membuat Tottenham terlempar dari empat besar dan kini menduduki urutan keempat dengan selisih hanya tiga poin dari pemimpin klasemen, Arsenal.

"Sebenarnya, masih terlalu dini berbicara mengenai posisi akhir klasemen. Tetapi, jika kami mampu mempertahankan kekuatan kami, aku rasa tak ada alasan mengapa kami tidak bisa mencapai empat besar," kata Walker dilansit Daily Mirror.

"Kami membuat banyak perubahan di skuad selama musim panas. Tetapi, semua pemain yang datang mampu menyatu dengan baik bersama para pemain lain. Semua pemain saling membantu satu sama lain," lanjutnya.

"Kami telah mendatangkan kualitas seluruh skuad dan semakin kami terbiasa bermain sebagai sebuah tim, maka semakin baik hasil yang akan kami dapatkan," tutup Walker.




Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:








Penulis: Okky Herman Dilaga
Editor: Okky Herman Dilaga


00.21 | 0 komentar | Read More

Yahoo Indonesia


Which weapons does Kiev need, and what can US provide?


The White House has signalled it may be ready to change tack and start supplying arms to Ukrainian troops battling pro-Russian separatists, but what does Kiev want -- and what can Washington provide? Kiev has said it hopes for an announcement of military aid during a visit by US Secretary of State John Kerry on Thursday, after a US think-tank report called for a massive upscaling in the quality of weapons available to Ukrainian forces. The US government in November committed $118 million in "non-lethal" equipment and training for the Ukrainian military, of which around half has been delivered, including body armour, night vision glasses, mortar radar and medical equipment. While Ukraine is one of the world's biggest arms producers, it lacks the hi-tech systems needed to match the separatists' arsenal, allegedly supplied by Moscow.


00.17 | 0 komentar | Read More

Pertama di Dunia! Nexian Rilis Ponsel Android One Lollipop 5.1

Jakarta - Setelah beberapa saat yang lalu dipastikan oleh Google, genderang kehadiran ponsel Android One resmi dimulai oleh Nexian. Produsen ponsel ini baru saja meluncurkan ponsel Android One pertama di Indonesia, sekaligus sebagai ponsel Android pertama di dunia yang pakai Lollipop 5.1.

Nexian mengumumkannya dengan sebutan Journey One. Seperti diberitakan sebelumnya, spesifikasinya pun dipastikan mengandalkan prosesor quad core buatan MediaTek dengan kecepatan 1,3 GHz, RAM 1 GB, dan memori internal berkapasitas 8 GB.

Bentang layar Journey One punya ukuran 4,5 inch dengan resolusi 840x480 pixel. Sedangkan kamera utamanya 5 megapixel, yang dipadu dengan kamera depan 2 megapixel. Menariknya, meski kemampuan kameranya terlihat biasa saja, hasil jepretannya terbilang lumayan.

Daya tarik lain Journey One terletak di sistem operasinya. Ponsel Android One besutan Nexian ini dipastikan telah mengusung versi anyar Android Lollipop 5.1. Secara otomatis, Journey One juga jadi ponsel Android pertama di dunia yang dibenamkan OS terbaru Google itu. Bahkan menyalip Nexus yang merupakan ponsel andalan Google.

Sejumlah improvisasi tentu disodorkan Google pada OS terbarunya itu. Namun yang paling ditonjolkan adalah soal peningkatan performa yang diklaim lebih baik dibanding versi Android Lollipop sebelumnya.

Tak kalah menarik adalah soal harganya, padahal beberapa saat lalu diberitakan ponsel Android One akan dijual pada kisaran harga Rp 1,4 juta. Tapi Nexian sepertinya ingin menggebrak, karena Journey One cuma dihargai senilai Rp 999 ribu!

Tertarik memboyongnya? Journey One sudah mulai dijual pukul 20.00 malam ini (4/2/2015) di dua situs jualan blanja.com dan jakartanotebook.com. Sejumlah keuntungan tambahan juga telah disiapkan Nexian dalam paket penjualannya, antara lain adalah gratis micro SD 8 GB dan berbagai voucher menarik yang akan didapat bersama paket penjualannya.

"(Journey One) ini merupakan bentuk komitmen Nexian yang selalu menghadirkan yang terbaik untuk semua konsumen," ujar Bob S. Labesani, pimpinan bisnis Nexian, di Plaza Senayan, Jakarta, Rabu (4/2/2015).

(yud/asj)

00.11 | 0 komentar | Read More

Jokowi Mau 'Suntik' BUMN Rp 74,9 Triliun, DPR Masih Menggantung

Written By empatlima on Kamis, 29 Januari 2015 | 00.44

Jakarta -Rencana Pemerintaha Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyuntik Badan Usaha Milik Negara (BUMN), lewat Penyertaan Modal Negara (PMN) hingga Rp 74,9 triliun belum mendapat lampu hijau DPR.

Kalangan anggota dewan dari Komisi XI masih mempertanyakan rencana kebijakan tersebut, dalam rapat kerja dengan pemerintah.

Rapat ini dihadiri oleh Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan sejumlah Dirut BUMN.

Ketua Komisi XI DPR-RI Fadel Muhammad mengatakan, para anggota Komisi XI belum satu suara soal rencana pemerintah terkait PMN. Padahal rapat ini sudah berlangsung sejak pukul 15.00 WIB, dan diwarnai beberapa kali diskors untuk lobi-lobi.

"Hasil pembicaraan kita berbeda-beda, ada yang sudahlah, ada lagi yang ingin melihat lebih dalam," kata Fadel di akhir rapat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (28/1/2015).

Komisi XI DPR RI masih membutuhkan waktu, untuk memperoleh gambaran yang menyeluruh atas berbagai aspek terkait PMN, sehingga Komisi XI DPR belum bisa memutuskan hari ini. Masih diperlukan pembahasan lebih lanjut dengan Menteri Keuangan dan Menteri BUMN

Sehingga Fadel sebagai ketua rapat kerja belum mau mengambil kesimpulan rapat. "Saya ingin mendengar dari masing-masing fraksi agar supaya menteri dan hadirin bisa mendengar pandangan dari masing-masing fraksi," kata Fadel.Next



(hen/dnl)

Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

00.44 | 0 komentar | Read More

Walker Yakin Tottenham Masuk Empat Besar



LONDON, KOMPAS.com - Bek Tottenham Hotspur, Kyle Walker, percaya diri bila timnya akan menempati urutan empat besar musim ini di Premier League. Menurut Walker, kualitas Tottenham musim ini menjadi jaminan mampu bersaing dalam perebutan tiket ke Liga Champions, musim depan.

Spurs baru saja menelan kekalahan menyakitkan 0-3 dari West Ham United, di Stadion White Hart Lane, Minggu (6/10/2013). Kekalahan tersebut membuat Tottenham terlempar dari empat besar dan kini menduduki urutan keempat dengan selisih hanya tiga poin dari pemimpin klasemen, Arsenal.

"Sebenarnya, masih terlalu dini berbicara mengenai posisi akhir klasemen. Tetapi, jika kami mampu mempertahankan kekuatan kami, aku rasa tak ada alasan mengapa kami tidak bisa mencapai empat besar," kata Walker dilansit Daily Mirror.

"Kami membuat banyak perubahan di skuad selama musim panas. Tetapi, semua pemain yang datang mampu menyatu dengan baik bersama para pemain lain. Semua pemain saling membantu satu sama lain," lanjutnya.

"Kami telah mendatangkan kualitas seluruh skuad dan semakin kami terbiasa bermain sebagai sebuah tim, maka semakin baik hasil yang akan kami dapatkan," tutup Walker.




Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:








Penulis: Okky Herman Dilaga
Editor: Okky Herman Dilaga


00.21 | 0 komentar | Read More

Yahoo Indonesia


Women joining IS militants 'cheerleaders, not victims'


Western women who join Islamic State militants are driven by the same ideological passion as many male recruits and should be seen as potentially dangerous cheerleaders, not victims, experts said. A new study out on Wednesday said the estimated 550 women who have travelled to Iraq and Syria are expected to marry, keep house and bear children. "The violent language and dedication to the cause is as strong as we find in some of the men," said extremism expert Ross Frenett of the Institute for Strategic Dialogue, who co-authored the new report. Frenett and his fellow researchers have been monitoring hundreds of women on social media, but focused for the study on 12 women from Austria, Britain, Canada, France and the Netherlands who are living with the IS group in Iraq and Syria.


00.17 | 0 komentar | Read More

Kronologis Pancangan BTS 'Angkuh' Harapan Indah

Jakarta -
PT Putra Towerindo Persada (PTP) dianggap nekat membangun Base Transceiver Station (BTS) di RW 16, Perumahan Harapan Indah, Bekasi, Jawa Barat. Padahal mereka sudah diperingatkan warga dan dilarang Pemkot Bekasi.

Dikatakan oleh Hendro Tri Rachmadi, warga RW 16, awal pembangunan BTS ini sudah panen penolakan. Mulai dari peringatan Lurah Pejuang hingga Dinas Tata Kota, namun tidak ada yang digubris si pembangun.

Berikut kronologis BTS PT PTP yang berlindung di bawah developer Harapan Indah yang diklaim oleh warga merupakan fasilitas umum dan fasilitas sosial, yang detikINET rangkum, Rabu (28/1/2015).


- Senin, 20 Oktober 2014 : Vendor BTS PT. PTP ditemani pengurus RW mulai melakukan penggalian pondasi tower BTS, tanpa persetujan. Warga mulai melakukan penolakan, mereka tidak peduli.
- Selasa, 21 Oktober 2014: warga kembali menolak. Mereka (PT. PTP) “menantang” untuk membuktikan seberapa banyak warga yang menolak.
- Rabu, 22 Oktober 2014: Seorang anggota kepolisian yang juga warga sekitar memerintahkan mereka menghentikan segera pembuatan BTS liar tersebut.
- Kamis, 23 Oktober 2014 : Aktivitas pembuatan BTS liar berhenti.
- Jum’at, 24 Oktober 2014 : Mereka melanjutkan kembali proses pembangunan BTS liar tersebut.
- Sabtu, 25 Oktober 2014 : Terjadi komunikasi via ponsel antara warga dan Direktur Utama PT. PTP Iman Herdyanto. Warga menyatakan menolak pembangunan BTS liar tersebut. Dia berargumen bahwa itu bukan tanah Pemkot Bekasi, karena walaupun fasum (fasilitas umum), belum diserahterimakan ke pemkot oleh PT. HDP selaku developer.


- Senin, 27 Oktober 2014 : Warga mulai mengumpulkan tanda tangan warga yang menolak, sampai akhirnya terkumpul 40 tanda tangan dari 39 Kepala Keluarga warga yang menolak pembangunan BTS tersebut.
- Sabtu, 1 November 2014: Dibuatlah surat resmi atas nama warga RW 16, RW 18 dan RW 19 Harapan Indah yang menolak pembangunan BTS tersebut. Surat tersebut ditujukan ke Walikota Bekasi dengan tembusan kepada Pengurus RW setempat, Lurah Pejuang, Camat Medan Satria, Gubernur Jawa Barat, Komnas HAM, YLKI hingga KPK.
- Minggu, 9 November 2014 : Warga membuat plang penolakan pembanguan BTS liar tersebut di lokasi.
- Rabu, 12 November 2014 : PT. PTP dilindungi tim Pengamanan Khusus berseragam resmi satpam PT. HDP. Mereka “mengusir” warga yang menolak dan menantang agar pemkot Bekasi diminta ke sini menghentikan mereka. Malamnya, warga mencari dukungan via media sosial. Terkumpul banyak dukungan dan sepertinya sampai ke pihak Walikota Bekasi (melalui Wakilnya).
- Jumat, 14 November 2014 : Wakil Walikota Bekasi mengirimkan Camat Medan Satria dan Kepala Dinas Perhubungan Pemkot Bekasi ke lokasi untuk meninjau langsung. Mereka menegaskan bahwa BTS ini liar dan tak berizin. Tidak boleh diteruskan pembangunannya.
- Jum’at 14 November 2014: 4 perwakilan warga menghadap ke Estate Management PT. HDP, intinya menyampaikan penolakan BTS liar tersebut. Diterima baik PT. HDP dan dijanjikan akan ditinjau keberadaan BTS tersebut. Bahkan beliau menegaskan jika warga tak menghendaki, BTS itu bisa dipindahkan.
- 24 November 2014 : Pemkot Bekasi melayangkan SP1 Kepada PT. PTP dan memerintahkan mereka berhenti membangun BTS liar tersebut.
- 4 Desember 2014 : Pemkot Bekasi mengeluarkan SK moratorium pembangunan BTS di seluruh Bekasi.
- Rabu, 17 Desember 2014 : PT. PTP dengan dilindungi satu pasukan pengamanan khusus PT. HDP dan beberapa oknum TNI, memaksakan mendirikan BTS liar tersebut di tengah warga yang terus menolak. Mereka tidak peduli. Buat mereka, tiang itu harus berdiri hari ini juga, apa pun yang terjadi.
- Kamis, 18 Desember 2014 : Warga menghadap ke pengurus RW 16. Dan mendapatkan jawaban-jawaban yang sangat tak sesuai harapan.
- Rabu, 24 Desember 2014 : Keluar SP2 yang ditandatangani atas sebagai kelanjutan SP1 sebelumnya. SP2 ini durasinya hanya 7 hari kalender.
- Senin, 5 Januari 2015 : Seperti tidak ada apa-apa, PT. PTP kembali melanjutkan penyelesaian BTS tersebut.
- Rabu, 28 Desember 2015: Komisi A DPRD Kota Bekasi meninjau BTS tersebut dan menyatakan untuk segera disegel.


(tyo/ash)
00.11 | 0 komentar | Read More

Sahut-sahutan Menteri Susi dan Anton Sihombing di Rapat Banggar DPR

Written By empatlima on Kamis, 22 Januari 2015 | 00.44

Jakarta -Hari ini mungkin pertama kalinya Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melakukan rapat tatap muka dengan DPR. Kali pertama ini dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR terkait perumusan Rancangan APBN Perubahan (APBN-P) 2015.

Rapat berjalan cukup seru. Susi yang memang tengah populer memberantas pencurian ikan (illegal fishing) jadi sorotan dalam rapat tersebut.

Selain Susi, hadir dalam rapat Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Menteri ESDM Sudirman Said, dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

Pada rapat itu, Susi mendapatkan kesempatan memaparkan program-program Kementerian Kelautan dan Perikanan pada 2015-2019. Fokus Susi jelas memberantas illegal fishing dan meningkatkan pendapatan dari sektor perikanan.

Di sela-sela rapat tersebut, terdengar celetukan soal Susi sebagai calon presiden.

"Menteri KKP ini sepertinya sangat populer, semua kegiatannya terekspos. Saya salut. Kalau nanti ada pemilihan presiden, saya yang pertama mencalonkan Ibu jadi presiden," sindir Anton Sihombing, anggota Badan Anggaran DPR dari Fraksi Partai Golkar dalam rapat yang dilakukan di Gedung DPR/MPR/DPD, Jakarta, Rabu (20/1/2015).

Anton menyebutkan beragam kebijakan yang dikeluarkan oleh Susi sangat luar biasa. Seperti pemberantasan illegal fishing, hingga peningkatan kesejahteraan nelayan.Next



(dnl/asy)

Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com

00.44 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger