Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Dirjen Pajak Klaim Tak Ada Pegawainya yang Terlibat Kasus Asian Agri

Written By empatlima on Kamis, 03 Januari 2013 | 00.43

Jakarta - Dirjen Pajak Fuad Rahmany mengklaim pihaknya dan pegawai pajak tidak terlibat dalam kasus penggelapan pajak Asian Agri. Fuad mengatakan hal itu karena tak ada laporan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"KPK nggak melaporkan itu," kata Fuad singkat di Kantor Kemenkeu Jakarta, Rabu (02/01/2012).

Asian Agri terbukti menggelapkan pajak negara dan kalah dalam persidangan di MA. Dalam kasus yang didera Asian Agri, MA menjatuhkan hukuman berupa pengembalian pajak dua kali lipat sebesar Rp 2,5 triliun. Fuad mengatakan kasus itu hanya melibatkan wajib pajak (Asian Agri) tanpa melibatkan pegawainya.

"Whistleblowingnya itu udah pernah dengar dan tersangkanya itu hanya wajib pajak semua. Kita nggak ada orang dalam yang diperiksa," katanya.

Namun Fuad tidak segan-segan untuk memberikan hukuman kepada ada buahnya jika ada laporan yang bisa membuktikan. Menurut catatannya, tahun 2011 ada 200 pegawai pajak yang dikenai hukuman disiplin karena dirjen pajak ingin pegawainya bersih.

"Itu kita ajarin contoh kasus Gayus dan lain kita sudah tangkap. Ya udah kita udah tindak disiplin pegawai pajak. Tahun lalu (2011) 200 orang pegawai pajak kena hukuman disiplin, dan tahun ini belum saya hitung dan banyak juga yang sudah kita pecat. Itu tetap kita jalankan," tagas Fuad.

(wij/hen)

00.43 | 0 komentar | Read More

Hakim Garis Tewas Setelah Dihajar Pemain Belasan Tahun


DEN HAAG, KOMPAS.com - Seorang hakim garis asal Belanda, Richard Nieuwenhuizen (41), meninggal dunia di rumah sakit di Nieuwegein, pada Senin (3/12/2012) pukul 17:30 waktu setempat. Demikian diumumkan oleh klub Buitenboys, Selasa (4/12/2012).

"Dengan kesedihan mendalam, kami mengumumkan kematian hakim garis Buitenboys, Richard Nieuwenhuizen. Ditunggui keluarganya, ia meninggal dunia pada pukul 17.30 di rumah sakit Nieuwegein. Buitenboys berharap semoga keluarganya diberikan kekuatan," demikian pernyataan Buitenboys, Selasa (4/12/2012).

Peristiwa berawal dari pertandingan level amatir antara Buitenboys dan Nieuw Sloten, Minggu (2/12/2012). Nieuwenhuizen, ayah seorang pemain Buitenboys, menjadi hakim garis pada pertandingan itu.

Setelah pertandingan, Nieuwenhuizen dipukuli dan ditendangi 4-5 pemain Nieuw Sloten. Menurut situs KNVB, Setelah itu, ia masih bisa bangun dan berjalan ke markas klub, tetapi kemudian di bawa ke rumah sakit dan meninggal pada hari berikutnya. Buitenboys tidak menjelaskan penyebab kematian Nieuwenhuizen.

Tiga pemain berusia antara 15-16 tahun ditangkap pada Senin (3/12/2012) pagi karena diduga terlibat dalam pemukulan Nieuwenhuizen.


"Anda tak bisa percaya ini terjadi. Anak-anak berusia 15 dan 16 tahun itu bermain sepak bola. Anda datang untuk menyaksikan dan melihat sesuatu seperti ini," ujar Ketua Buitenboys, Marcel Oost.

Sementara itu, melalui situs resminya, Nieuw Sloten mengucapkan ikut berbelasungkawa dan akan membantu penyelidikan polisi.

"Kami menyampaikan simpati, pertama-tama kepada keluarga almarhum. Kami tak bisa mengatakan apa-apa lagi. Kami juga ingin menyampaikan simpati kepada Buitenboys dan anggota-anggotanya," ujar Nieuw Sloten.

"Kami tentu akan sungguh-sungguh membantu penyelidikan polisi. Kami yakin, mereka yang bertanggung jawab atas aksi tersebut harus dihukum."

"Orang-orang yang sepengetahuan kami bertanggung jawab atas pemukulan itu dikeluarkan dan tak akan pernah menjadi anggota asosiasi kami," demikian pernyataan Nieuw Sloten, Senin (3/12/2012).


Sesaat sebelum kematian Nieuwenhuizen seorang jurubicara polisi, Leonie Bosselaar, mengatakan bahwa pemain yang diduga melakukan pemukulan masih dimintai keterangan. Ia juga mengatakan polisi tak menutup kemungkinan menangkap tersangka baru.


00.21 | 0 komentar | Read More

Curhat Diky Chandra Soal Kasus Aceng  


TEMPO.CO, Jakarta - Kasus pernikahan siri Bupati Garut, Aceng Fikri, berimbas kepada kehidupan pelawak dan aktor Diky Chandra. Orang terdekat dan keluarga justru mencecarnya karena dikira memancing di air keruh. Diky dicap miring karena pernyataannya di sejumlah media, terutama infotainment. Sejak pekan lalu ia menolak diwawancara oleh media cetak dan elektronik karena merasa kapok. Kepada Tempo, Diky mengatakan, banyak pernyataannya yang dipelintir, seakan menyerang Aceng. Editan gambar dalam berita dinilainya bermaksud adu domba. Berikut cuplikan tanya jawab lewat pesan BlackBerry antara Diky dan Tempo mengenai kasus ini.


***



Bagaimana kabarnya, Kang?




Saya sekarang belum dapat kerjaan pasti. Baru mundur dari sinetron Untung Ada Sule (UAS) di Global TV.


Loh, kenapa mundur, apa karena tidak konsentrasi?




Bukan tidak konsentrasi. Istri saya sakit. Ibu dan kawan-kawan protes melihat berita infotainment yang membuat salah sangka dan mengira saya mau mencalonkan diri lagi. Karena ada bahasa di infotainmen itu seperti "Menggunting dalam Lipatan". Saya dikira berkoar agar menjadi pejabat lagi, melakukan manuver dan lain-lain. Karena itu, saya meredamnya dengan mundur dari UAS. Tapi saya, sih, biasa dengan orang sekeliling saya yang marah.


Terus, pekerjaan Akang sekarang apa?




Alhamdulillah ada tawaran di televisi yang lain. Namun, belum tahu juga, sih. Ah, tapi saya, sih, santai saja. Yang penting aman. Saya sudah bilang ke infotainment itu bahwa teman saya dari yang kreatif, sampai yang tidak kreatif di media itu banyak. Tetapi kalau sampai mengadu domba masyarakat tidak ada!


Akang kecewa dengan media?




Sejak kasus Aceng mencuat, TV One dan Metro TV tidak pernah berhasil mengundang saya. Saya tolak karena selalu diisi spirit "adu domba". Sementara ketika saya meminta ruang kepada salah satu stasiun televisi untuk memulihkan Garut, eh malah begitu.


Kenapa tidak mau di televisi news, kok malah infotainment?




Saya sadar saya pekerja seni bukan lagi politikus. Saya muncul di infotaiment karena memang itu medianya artis. Sebenarnya sebelum kejadian ini saya tidak mau menghindar dari pers. Namun, saat menjabat saya minta pers jangan ekpose saya karena sadar saya wakil, bukan pimpinan. Saya khawatir waktu itu tingkat popularitas saya di media malah melahirkan tuntutan tinggi kepada bupati, kasiman eh kasian.


Bisa dijelaskan spesifik pemberitaannya di infotainment seperti apa?




Awal panasnya Aceng ke saya karena ada stasiun televisi yang menayangkan berita dengan pola edit seolah saya sahut-sahutan, ditambah narasi yang bukan-bukan, sehingga Aceng geram. Tapi tidak ada itu ancaman.


Tapi jujur, Kang, sebenarnya Akang mau kembali mencalonkan lagi jadi Bupati Garut atau tidak?




Nah, itu ada penjelasannya. Pertama saya belum mapan secara emosi. Kedua, saya belum mapan secara ekonomi. Ketiga, Garut butuh pemimpin fresh. Saya ini muka lama karena bagian dari masa lalu. Kemudian keempat, saya ini terbukti gagal menjadi pembantu pemimpin. Bagaimana saya mau jadi pemimpin?


Masyarakat mengira Akang di balik semua ini karena istri Akang sendiri yang membantu Fany Oktora. Bagaimana Akang menjelaskan itu? 




Kasus ini memang aneh, Fany melapor ke P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak) Kabupaten Garut, yang kebetulan istri saya Rani Permata, sebagai ketuanya. Kacaunya meski sudah dilimpahkan ke level provinsi, si Fany-nya ini manja, dan maunya tetap sama istri saya. Sebenarnya kita sudah menjauh dari Fany. Dan sempat kepikiran untuk jadi raja tega dengan belajar melupakan Garut.


Bagaimana hubungan Akang dengan Aceng saat ini?




Saya putuskan tak berkomentar. Niat baik bisa jadi salah. Intinya, saran saya buat dia (Aceng), jadikan masalah yang terjadi saat ini sebagai "rem". Anggap ini sebagai wujud dari rasa sayang Allah atas doa ibu yang ingin anaknya selamat dari azab. Tuntaskan masalah dengan cara ma'ruf dan mohon perhatikan perasaan anak-anak yang masih kecil dan juga masyarakat.


Sikap rekan seprofesi terhadap Akang?




Pasti banyak yang benci, baik ketika menjabat ataupun saat mundur. Tapi ada juga yang suka. Hingga kini saya masih ihktiar untuk melakukan sesuatu buat Garut atas dorongan kesadaran dan keinginan mendapatkan maaf itu, meski sudah tidak lagi menjabat.


HERU TRIYONO



00.17 | 0 komentar | Read More

Resolusi Tekno di Tahun Baru



Jakarta - Di awal tahun kita umumnya menyiapkan diri, atau berharap segala hal yang lebih baik. Resolusi biasanya fokus pada diet, kesehatan, atau keseimbangan antara keluarga dan karir.

Mengingat kian akrabnya penggunaan gadget dan teknologi di masa sekarang, tidak ada salahnya menambah fokus resolusi Anda ke hal-hal yang berhubungan dengan teknologi.

Misalnya, merampungkan tugas-tugas seperti digitalisasi foto atau membersihkan inbox. Tujuannya, agar Anda lebih terorganisir dan 'rapi' di sepanjang tahun yang baru.

Nah, berikut adalah 8 resolusi sederhana berkaitan dengan teknologi, seperti dilansir Mashable dan dikutip detikINET, Kamis (2/1/2013).

1. Membersihkan keyboard. Setelah setahun berlaku 'semena-mena', makan di meja kerja misalnya, siapa tahu ada remah-remah atau sampah tak terlihat mengotori keyboard.

Kini saatnya membersihkan si keyboard. Gunakan penyedot debu khusus keyboard untuk menyingkirkan kotoran dan debu, lalu lap hingga tampak baru kembali.

2. Digitalisasi foto. Tak perlu lagi menyimpan puluhan kotak sepatu bekas untuk menyimpan foto kenangan. Bersihkan lemari Anda, dan transfer foto-foto tersebut ke dalam bentuk file digital.

Anda bisa menaruh foto di layanan penyimpanan foto online, atau jika memang masih ingin melihat bentuk cetaknya, Anda bisa mencetaknya dalam album foto. Setidaknya, koleksi foto-foto Anda akan terlihat lebih rapi.

3. 'Bersih-bersih' email. Bagi sebagian orang, mungkin ini adalah pekerjaan sulit di tengah kesibukan. Tapi jika email Anda dibiarkan penuh, inbox akan berantakan dan memusingkan melihatnya.

Di Tahun Baru, berjanjilah pada diri sendiri untuk meluangkan sedikit waktu setiap hari, khusus menghapus email lama. Anda akan merasakan manfaat dari kebiasaan bagus ini.

4. Cek lagi pengaturan privasi jejaring sosial. Banyak pengguna jejaring sosial mengeluhkan masalah privasi. Coba luangkan waktu untuk mengecek lagi pengaturan akun jejaring sosial Anda. Pastikan informasi yang diposting adalah memang untuk publik.

5. Bersihkan jejak digital. Misalnya, ingat blog pertama yang Anda buat? Anda memposting beberapa tulisan, namun kemudian tidak pernah log in lagi. Pastikan jika calon bos dari sebuah perusahaan mencari tahu tentang Anda di Google, semua konten yang tampil sesuai dan relevan.

Deactivate saja akun lama yang tidak dipakai lagi. Jika masih merasa sayang dengan sejumlah postingan di dalamnya, Anda bisa membackupnya terlebih dahulu.

6. Hapus aplikasi yang tidak perlu. Coba cek ponsel atau tablet Anda, ada berapa banyak aplikasi yang berbulan-bulan tidak dipakai? Lebih baik hapus saja aplikasi tersebut, agar tidak 'memakan' tempat di perangkat Anda.

Hal yang sama juga bisa dilakukan terhadap file di komputer. Hapus semua file yang tidak diperlukan agar komputer lebih 'lapang'.

7. Kurangi pemakaian kertas. Jika Anda punya laptop, tablet atau perangkat mobile, seharusnya Anda bisa mengakses dokumen atau tagihan dari mana saja. Scan dokumen lama, kemudian convert ke format digital agar aman. Atau setidaknya, ini bisa menjadi backup dokumen Anda.

8. Lebih sering bersosialisasi. Keasyikan bermain gadget kadang menjadi masalah karena bisa membuat orang lupa dengan sekitarnya. Sebesar apapun cinta Anda pada gadget, tetap penting untuk terlibat dalam interaksi dengan sesama manusia di dunia nyata. Anda pun seharusnya menghriup udara luar, jangan hanya terpaku pada gadget sepanjang hari.

( rns / ash )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

00.11 | 0 komentar | Read More

Subsidi BBM Membengkak Jadi Rp 211,9 Triliun

Written By empatlima on Kamis, 27 Desember 2012 | 00.43

Jakarta - Pemerintah menyatakan, anggaran subsidi BBM tahun ini membengkak tinggi dari alokasi awal di APBN-P 2012 Rp 137,4 triliun diperkirakan menjadi Rp 211,9 triliun sampai akhir tahun.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan, membengkaknya anggaran subsidi BBM dikarenakan konsumsi yang naik. Konsumsi ini tidak bisa dikendalikan pemerintah.

"Harus kita cermati yaitu kemungkinan meningkatnya belanja atau subsidi BBM yang semula di dalam APBN-P diperkirakan Rp 137,4 triliun atau 40 juta kiloliter, perkiraan realisasinya mencapai Rp 211,9 triliun atau sekitar 45,2 juta kiloliter," ujar Hatta usai rapat anggaran dengan Presiden SBY di Istana Negara, Jakarta, Rabu (26/12/2012).

Dalam rapat tersebut, dibahas juga soal realisasi APBN-P 2012 secara keseluruhan. Dikatakan Hatta, realisasi penerimaan negara saat ini mencapai Rp 1.333,3 triliun atau 98,2% dari target APBN-P 2012 sebesar Rp 1.358,2 triliun.

"Terjadi peningkatan pada penerimaan negara bukan pajak sekitar 101,9 persen atau hampir 102 persen dari perkiraan. Walaupun penerimaan perpajakan kita mungkin berkisar sekitar 97-an persen, ini data sementara kembali lagi saya katakan," kata Hatta.

Sementara nilai belanja negara yang nilainya sekitar Rp 1.400 triliun diperkirakan hanya terserap sekitar 97%, ditopang oleh subsidi BBM yang tinggi.

"Saya mencatat total kira-kira realisasi belanja dari APBN kita, kita perkirakan totalnya di atas mungkin, jadi belanja kita itu totalnya sekitar 96-97%. Masih belum selesai karena realisasi dari subsidi BBM masih belum selesai," cetus Hatta.

(dnl/dnl)

00.43 | 0 komentar | Read More

Ical Vs Akbar, Agung Laksono: Lebih Baik Sama-Sama Menahan Diri



Kamis, 27/12/2012 00:12 WIB





Rachmadin Ismail - detikNews





Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono berpendapat konflik internal antara Ketua Umum (ketum) Golkar Abu Rizal Bakri atau Ical dengan Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) Akbar Tandjung harus segera diselesaikan. Kedua belah pihak lebih baik sama-sama menahan diri.

"Menurut saya kalau semua bicara di ranah publik, tidak akan menemui jalan keluar. Sepertinya lebih baik sama-sama menahan diri. Bicara internal enggak apa-apa, rapat, dibahas di meeting, pimpinan partai, (tapi) di pers saya kira itu yang disesalkan," ujar Agung Laksono usai Rapat Kabinet di Kantor Presiden, Jl veteran, Jakarta Pusat, Rabu (26/12/2012).

Konflik antara Ical dan Akbar dinilainya akan menjadi kontra produktif. Agung khawatir konflik ini justru akan mengganggu pencalonan Ical sebagai presiden.

"Saya sudah sering sampaikan, ada rapat pleno, partai, harian, di situ saja, jangan di publik," tambah Agung.

Terkait hasil survei yang menunjukkan elektabilitas Ical ada di posisi bawah, Waketum Golkar ini masih tetap optimis dengan pencapresan Ical. Sosialisasi akan terus dilakukan dengan menggenjot mesin-mesin partai.

"Siapa tahu hari-hari mendatang ada perubahan," ujarnya.

Perselisihan Ical dan Akbar bermula saat Akbar mengirim surat Wantim Golkar tentang perlunya pengkajian elektabilitas capres Golkar pada bulan Juli 2013. Situasi semakin panas saat Akbar mengungkap adanya DPD II Golkar yang kecewa tak dilibatkan dalam mekanisme penetapan capres Golkar.

(ahy/ahy)









Sponsored Link




00.35 | 0 komentar | Read More

Hakim Garis Tewas Setelah Dihajar Pemain Belasan Tahun


DEN HAAG, KOMPAS.com - Seorang hakim garis asal Belanda, Richard Nieuwenhuizen (41), meninggal dunia di rumah sakit di Nieuwegein, pada Senin (3/12/2012) pukul 17:30 waktu setempat. Demikian diumumkan oleh klub Buitenboys, Selasa (4/12/2012).

"Dengan kesedihan mendalam, kami mengumumkan kematian hakim garis Buitenboys, Richard Nieuwenhuizen. Ditunggui keluarganya, ia meninggal dunia pada pukul 17.30 di rumah sakit Nieuwegein. Buitenboys berharap semoga keluarganya diberikan kekuatan," demikian pernyataan Buitenboys, Selasa (4/12/2012).

Peristiwa berawal dari pertandingan level amatir antara Buitenboys dan Nieuw Sloten, Minggu (2/12/2012). Nieuwenhuizen, ayah seorang pemain Buitenboys, menjadi hakim garis pada pertandingan itu.

Setelah pertandingan, Nieuwenhuizen dipukuli dan ditendangi 4-5 pemain Nieuw Sloten. Menurut situs KNVB, Setelah itu, ia masih bisa bangun dan berjalan ke markas klub, tetapi kemudian di bawa ke rumah sakit dan meninggal pada hari berikutnya. Buitenboys tidak menjelaskan penyebab kematian Nieuwenhuizen.

Tiga pemain berusia antara 15-16 tahun ditangkap pada Senin (3/12/2012) pagi karena diduga terlibat dalam pemukulan Nieuwenhuizen.


"Anda tak bisa percaya ini terjadi. Anak-anak berusia 15 dan 16 tahun itu bermain sepak bola. Anda datang untuk menyaksikan dan melihat sesuatu seperti ini," ujar Ketua Buitenboys, Marcel Oost.

Sementara itu, melalui situs resminya, Nieuw Sloten mengucapkan ikut berbelasungkawa dan akan membantu penyelidikan polisi.

"Kami menyampaikan simpati, pertama-tama kepada keluarga almarhum. Kami tak bisa mengatakan apa-apa lagi. Kami juga ingin menyampaikan simpati kepada Buitenboys dan anggota-anggotanya," ujar Nieuw Sloten.

"Kami tentu akan sungguh-sungguh membantu penyelidikan polisi. Kami yakin, mereka yang bertanggung jawab atas aksi tersebut harus dihukum."

"Orang-orang yang sepengetahuan kami bertanggung jawab atas pemukulan itu dikeluarkan dan tak akan pernah menjadi anggota asosiasi kami," demikian pernyataan Nieuw Sloten, Senin (3/12/2012).


Sesaat sebelum kematian Nieuwenhuizen seorang jurubicara polisi, Leonie Bosselaar, mengatakan bahwa pemain yang diduga melakukan pemukulan masih dimintai keterangan. Ia juga mengatakan polisi tak menutup kemungkinan menangkap tersangka baru.


00.21 | 0 komentar | Read More

Drama Queen Seon Deok Terbukti Menjiplak  


TEMPO.CO, Seoul- Pengadilan di Korea Selatan menyatakan drama fenomenal Queen Seon Deok, yang disiarkan stasiun MBC pada 2009, terbukti menjiplak pertunjukan musikal  Queen of Rose of Sharon, Seon Deok.


Pengadilan menghukum stasiun MBC denda sebesar US$186 ribu atau sekitar Rp 1,8 miliar. Selain denda uang, MBC juga dilarang menayangkan drama itu melalui TV kabel, internet, dan peredaran DVD dan buku Queen Seon Duk.


Keputusan ini bermula pada 2010, ketika produser pertunjukan musikal itu menggugat stasiun MBC yang menayangkan drama yang termasuk 10 drama terpopuler sepanjang sejarah itu. Rating drama sepanjang 62 episode ini mencapai 43,6 persen dan menghasilkan keuntungan bagi MBC sebesar US$ 50 juta atau sekitar Rp 483 miliar.


Pengadilan menyatakan, »Kami menemukan bahwa penggugat benar-benar pembuat asli pertunjukan musik, penulis cerita, dan pembuat buku cerita Queen Seon Deok. Ketika MBC dihubungi penggugat untuk pengajuan penelitian, di situ amat terlihat mereka banyak menggunakan sebagian besar cerita dari skip pertunjukan musikal itu.”


Pihak pengadilan juga menyatakan, skrip yang dicontek MBC tidak persis sama. »Tapi banyak kesamaan yang ditemukan secara keseluruhan baik dari rincian karakter, alur cerita, dan peristiwa.”


SOOMPI| ISTI


00.17 | 0 komentar | Read More

Natal, Telkomsel Diserbu 909 Juta SMS



Jakarta - Trafik layanan komunikasi Telkomsel saat Natal 2012 mengalami lonjakan dibandingkan saat hari normal. Untuk layanan pesan singkat misalnya, melonjak hingga 909 juta SMS.

Dengan demikian, layanan SMS Telkomsel melonjak 8,26 persen dibanding trafik SMS di hari normal. Trafik layanan SMS tertinggi terjadi di wilayah Jawa Timur hingga 60 juta SMS.

Setali tiga uang, layanan data dan voice juga mengalami lonjakan. Untuk data, mengalami peningkatan trafik hingga 227 terabyte atau naik sebesar 21,34 persen dibandingkan trafik hari normal.

Trafik layanan data tertinggi terjadi di wilayah Jawa Tengah dengan 24,5 terabyte.

Sementara trafik voice meningkat hingga 1,26 miliar menit, naik 2,27 persen dibanding trafik di hari normal. Trafik layanan suara tertinggi terjadi di wilayah Jawa Barat dengan 77,3 juta menit.

Berikut adalah performansi trafik layanan komunikasi Telkomsel saat Natal 2012 dibandingkan dengan trafik hari normal 2012, dan trafik Natal 2011:


( ash / tyo )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

00.11 | 0 komentar | Read More

Rosan Roeslani Mundur dari Direksi, Bumi & Bakrie Siap 'Cerai'

Written By empatlima on Kamis, 20 Desember 2012 | 00.43

Jakarta - Salah satu direksi Bumi Plc kembali mengundurkan diri. Kali ini giliran Rosan Roeslani, dari posisi Non-Independent, Non Executive Director di Bumi Plc mewakili Grup Recapital dalam kaitannya dengan kepentingan PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU).

Rosan mengaku menyesalkan keputusan United Kingdom Take Over Panel (TOP), mengenai Recapital dikategorikan sebagai 'concerted party'. Ia menilai keberadaannya di Dewan Direksi Bumi Plc untuk menjaga independensi dan profesionalisme sehingga pengelolaan BRAU tidak akan dipengaruhi pihak-pihak lain.

Menurutnya, setiap sinergi atau kolaborasi Recapital untuk kepentingan BRAU dengan pihak luar selalu dilakukan secara transparan, diaudit oleh auditor terkemuka bereputasi internasional (dalam hal ini PricewaterhouseCoopers - PwC) dan dengan persetujuan rapat umum pemegang saham.

"Kami sangat menyesalkan putusan TOP yang di luar dugaan. Namun, kami meyakini secara positif bahwa banyak faktor lain di luar kendali kami yang mendasari putusan TOP tersebut," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima detikFinance, Kamis (20/12/2012).

"Untuk itu kami memutuskan untuk tidak melakukan banding dan menghormati putusan TOP," jelasnya.

Ia menambahkan, selama ini sudah terlalu banyak waktu terbuang mengurusi isu-isu beredar di media massa dan di pasar sehingga sehingga sangat tidak produktif untuk pertumbuhan BRAU.

"Dengan dasar pertimbangan itu pula, demi kepentingan pemegang saham BRAU, baik mayoritas maupun minoritas, kami juga memutuskan untuk mengundurkan diri dari Board Bumi Plc agar bisa berkonsentrasi penuh kepada mandat kami sebagai Presiden Direktur BRAU," katanya.

"Keputusan ini juga saya ambil demi kepentingan manajemen Bumi Plc agar bisa segera menemukan solusi yang terbaik bagi kepentingan seluruh pemegang saham," tambahnya.

Rosan mengatakan, Indonesia terbukti memilki aset-aset yang begitu bernilai sampai menjadi perhatian, bahkan diperebutkan secara maksimal oleh investor di seluruh dunia.

"Sebagai warga negara Indonesia yang baik, adalah kewajiban kita untuk melindungi dan mengelola aset-aset tersebut dengan sebaik-baiknya, untuk sebesar-sebesarnya kemakmuran bangsa," ujarnya.

Selain itu, mencari mitra yang benar-benar tepat sebelum melakukan ekspansi internasional butuh waktu dan proses yang terstruktur dan terencana dengan baik, akurat, dan lengkap. Memilih partner berdasarkan referensi orang dekat saja, atau berdasarkan kedekatan historis saja, atau berdasarkan ketenaran saja tidak akan cukup, dan justru akan berakibat fatal bila tujuannya adalah untuk mempersingkat waktu dan proses tersebut.

Sebelum Rosan, Grup Bakrie sudah menarik satu-persatu personelnya dari jajaran direksi dan komisaris Bumi Plc. Setelah Indra Bakrie dan Ari Hudaya lebih dahulu meninggalkan perusahaan yang dulu bernama Vallar Plc itu, Chief Executive Officer (CEO) Bumi Plc Nalin Rathod pun menyusul.

Mundurnya jajaran direksi Bumi Plc itu dipicu oleh ketegangan antara dua investornya, yaitu Grup Bakrie dan Nathaniel Rothschild. Nat yang kabarnya berniat mengambil alih Bumi Plc dari Grup Bakrie menuduh anak usahanya di Indonesia, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), telah melakukan penggelaoan dana.

Nat pun meminta dilakukannya audit investigasi terhadap BUMI dan BRAU. Audit investigasi pun dilakukan, tapi karena merasa tidak didukung direksi dan komisaris Bumi Plc, Nat pun mengundurkan diri.

Tak lama, Grup Bakrie yang geram atas tuduhan tak berdasar itu langsung mengajukan proposal untuk melepas hubungan dengan Bumi Plc melalui pembelian kembali saham-saham yang dipegang Bumi Plc di aset-asetnya di Indonesia senilai US$ 1,2 miliar.

Yaitu melalui pembelian kembali 29% saham BUMI juga 85% kepemilikan di BRAU yang keduanya merupakan anak usaha Bumi Plc. Pembelian akan dilakukan secara bertahap. Masing-masing nilainya US$ 278 juta dan US$ 950 juta.

Rothschild, yang juga salah satu pemegang saham Mayoritas di Bumi Plc merespons proposal ini dengan tawaran baru, yaitu berani membayar Bumi Plc senilai US$ 270 juta (Rp 2,5 triliun) kepada Bumi Plc melalui NR Investments jika dewan komisarisnya berani memutus hubungan dengan Grup Bakrie dan Samin Tan.

Secara terpisah, dewan direksi Bumi Plc yang sudah melakukan pertemuan menyatakan tidak bisa merespon tawaran Rothschild dan akan melanjutkan pembahasan proposal Grup Bakrie, tawaran yang akan 'menceraikan' Bumi Plc dengan Grup Bakrie.

"Kami sudah mempelajari secara mendalam proposal Bakrie dam NR Investments. Beberapa bagian dari proposal Bakrie bisa kami dukung, sementara tawaran NR Investments tidak bisa diteruskan," kata Senior Independent Non-Executive Director Bumi Plc Julian Horn-Smith dalam keterangan tertulis yang dikutip Bloomberg, Kamis (20/12/2012).

(ang/ang)

00.43 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger